MY FIRST IMPRESSION MENCOBA ESSENTIAL OIL DARI YOUNG LIVING

Saya sebenarnya sudah sering mendengar dan membaca tentang minyak esensial alias minyak atsiri alias essential oil. Beberapa kali pernah tertarik untuk membeli alat diffusernya yang tersedia di marketplace, tetapi akhirnya urung karena khawatir dan tidak yakin dengan kualitas dan proses pengirimannya yang kurang aman. Akhirnya, kala itu pilihan saya jatuh pada tungku burner yang saya beli secara lokal di Jogja.

Membeli tungku burner waktu itu juga bukan tanpa alasan. Anak-anak sedang batuk pilek, hidung mampet, dan menolak menggunakan nebulizer. Alternatif yang saya berikan saat itu dengan menyediakan sepanci air panas dan ditetesi dengan minyak kayu putih atau minyak telon agar lebih bisa bernapas lega. Tapi rupanya repot karena perlu bangun beberapa kali untuk mengganti airnya dengan yang panas lagi. Dan lagi, si kecil memiliki potensi untuk menabrak atau menyenggol panci tersebut. Akhirnya dipilihlah tungku burner ini.

Penggunaannya cukup membantu sebenarnya. Meski kami harus menutup mangkuk airnya dengan spidol hitam karena si kecil merasa terganggu dengan cahaya lampu pemanas tungku yang terlalu terang. Dan ternyata, masa ketahanan burner itupun juga tidak lama. Sambungannya putus total dan tidak lagi bisa diperbaiki.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk apa yang menjadi kebutuhan saya dan anak-anak, saya pun mengontak salah seorang teman saya yang sering mempromosikan produk essential oil dari Young Living, yang juga menjual alat diffuser. Dari Mba Ezy, teman saya ini, saya sebenarnya sering mendapatkan informasi mengenai minyak esensial. Tapi sebelum-sebelumnya saya belum terlalu tertarik untuk membeli, karena harganya yang memang menurut saya kala itu cukup mahal. Hihihi.

Saya pun membeli starter kit Premium Experience Package 2 dari Young Living. Paket ini terdiri dari alat diffuser tipe Desert Mist dan 12 botol essential oil yang masing-masing isinya 5 ml, serta beberapa kelengkapan lain. Awalnya hanya ingin membeli diffusernya saja. Tetapi setelah saya membaca-baca tentang produk dan kemudian saya pertimbangkan, ada beberapa essential oil yang saya butuhkan juga untuk di rumah.

Tiga hari kemudian, paket produknya pun sampai. Diantarkan oleh kurir khusus dari Young Living. Sayangnya, saya masih berada di kampus saat itu dan paket pun diterima oleh tetangga. Daaaannn…saya terkejut karena menurut saya, packaging produk ini eksklusif juga lho.

Abaikan meja kerja yang berantakan itu…wkwkwk
Ini 10 dari 12 botol minyak esensial yang ada dalam package. Box-nya keren, kan?
Ini alat diffuser-nya dan juga 12 botol essential oil yang saya dapatkan

Sore harinya langsung saya coba untuk men-diffuse salah satu essential oilnya di ruang kerja saya. Dan, maa syaa Allaah…enak banget aromanya. Segar.

Malam harinya, saya coba men-diffuse essential oil Lavender untuk kamar tidur saya. Minyak atsiri lavender katanya bisa membantu mengatasi masalah sulit tidur atau insomnia. Dan memang salah satu alasan saya memutuskan untuk membeli produk Young Living ini adalah karena saya butuh “terapi” untuk mengatasi insomnia saya yang akhir-akhir ini kembali datang.

Saya sebenarnya cukup memfavoritkan aroma lavender. Akan tetapi, aroma lavender dari Young Living ini berbeda dengan aroma lavender yang saya temui di produk lain. Aroma lavender essential oil Young Living ini kuat sekali. Dan secara mengejutkan, tidak lama setelah saya mencium bantal, saya pun tertidur lelap tanpa terbangun-bangun hingga keesokan paginya saya bangun kesiangan. Padahal saya tidur sudah lebih awal. Maa syaa Allah.

Saya tidak mengklaim bahwa essential oil lavender dari Young Living ini adalah obat tidur yang ampuh, ya. Tapi, bagi saya pribadi yang memang sedang sangat membutuhkan tidur, dan kebetulan cocok dengan manfaat minyak esensial ini, lavender essential oil ini sangat membantu sekali, atas izin Allah tentunya. Reaksi setiap orang tentu akan berbeda-beda ya.

Sejauh ini, aroma favorit saya adalah Peppermint, Thieves, Purification, dan AromaEase. Nomor satu Peppermint. Saya sering mengantonginya kemana-mana untuk memberikan aroma yang segar dan menyamankan diri. Purification sering saya gunakan ketika saya selesai memasak dan memberikan kesegaran ruangan agar aroma-aroma lain hilang. Thieves aroma yang mengingatkan saya akan aroma dapur kue nenek saya, yang menyebarkan aroma kayu manis, cengkeh, dan entah apalagi.

Kalau diffusernya? Sejauh ini, penggunaan diffuser sudah sesuai yang saya harapkan. Ringan, mudah dibersihkan, kabelnya bisa dilepas pasang, dan pengaturan lampunya bisa disesuaikan. Dan harapan saya, semoga sesuai dengan harganya: awet!

About bunda 426 Articles
Hai! Panggil saya Icha atau Bunda Fafa. Seorang perempuan biasa yang bangga menjadi istri dan ibu rumah tangga, dan ingin terus belajar untuk menjadi luar biasa dengan karya dan dedikasi. Saat ini saya berdomisili di Yogyakarta, bersama dengan suami saya tercinta, Mr. E, dan anak-anak kami, Fafa (2010) dan Faza (2014). Enjoy!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.